Uncategorized

[:id]Tokoh Agama Diminta Kampanyekan Kerja Layak PRT[:]

[:id]Malang – Sejumlah tokoh agama di Malang, Jawa Timur diminta untuk berperan aktif mengampanyekan kerja layak untuk Pembantu Rumah Tangga (PRT). Melalui ketokohan dan kewibawaan pemuka agama diharapkan mampu untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terutama majikan yang mempekerjakan PRT bisa memberikan upah dan hak yang layak.

Dalam sebuah Lokakarya bertajuk Peningkatan Peran Tokoh Agama dalam Promosi Kerja Layak Bagi PRT se-Malang Raya, peran tokoh agama di masyarakat Indonesia dianggap sangat penting. Oleh sebab itu, tokoh dari seluruh unsur agama diharapkan menjadi bagian transformasi nilai kepada jamaah, termasuk persoalan-persoalan PRT. Termasuk didalamnya upaya untuk tidak mempekerjakan PRT yang masih anak-anak (PRT Anak).

Direktur Eksekutif Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak (Jarak), Achmad Marzuki menyatakan, selama ini cukup sulit untuk masuk langsung pada para majikan, sehingga pihaknya memakai pintu tokoh agama. Karena menurutnya sebagian besar majikan memiliki komunitas dan kegiatan keagamaan.

Masyarakat Indonesia, lanjutnya, memiliki keterikatan kuat dengan nilai-nilai keagamaan. Sehingga sosok panutan umat atau tokoh masyarakat, bisa berperan dalam menjadi solusi permasalahan sosial, salah satunya Perlindungan PRT.

Irfan Affandi, Koordinator International Labor Organization (ILO) Jawa Timur, menambahkan, pekerjaaan sektor domestik menyerap angkatan kerja cukup besar. Sayangnya pemerintah masih berlindung dari peraturan positif yang memang belum tersedikan.

“Bagi pemerintah PRT belum masuk kelompok pekerja formal, karena belum ada undang-undangnya yang melindungi. Sehingga pemerintah tidak mau mengeluarkan anggaran terkait perlindungan atau kampanye untuk perlindungan PRT,” urainya.

Pemerintah juga tidak memiliki data pasti jumlah PRT di Indonesia, kendati secara kasat mata keberadaan sangat besar, seiring dengan pertumbuhan kaum menengah ke atas.

Alasan itu membuat PRT tidak bisa masuk dalam peraturan Ketenagakerjaan karena belum masuk kelompok pekerja formal. Padahal dari unsur ketenagakerjaan, hubungan antara PRT dan majikan telah memenuhi unsur.

Ida Bagus Suwardika, dari Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malang mengungkapkan, perlakuan PRT merupakan bagian berperilaku pada sesama. Pihaknya menekankan pada umatnya untuk berlaku baik pada PRT yang bekerja di dalam rumahnya.

Sumber: merdeka.com[:]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close