Uncategorized

[:id]Survey SMRC Tunjukan 1,5 Juta Rakyat Indonesia Dukung ISIS[:]

[:id]Saiful Mujani Riset Center (SMRC) membuat survey mengenai opini masyarakat Indonesia terhadap gerakan teroris internasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dalam survey yang diselenggarakan pada 10-20 Desember 2015 itu ditemukan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia (90%) menilai ISIS sebagai ancaman.

Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan PhD, menyimpulkan bahwa secara umum masyarakat di tanah air tak menghendaki ISIS. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya menyadari keberadaan ISIS namun pada saat yang sama tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS, menganggap ISIS sebagai ancaman dan menolak kehadiran ISIS di Indonesia,” kata Djayadi dalam rilis SMRC, di Jakarta Pusat, Jumat (22/1).

Sementara itu,  jumlah masyarakat Indonesia yang mendukung ISIS  berkisar 0,8%. Survey yang menggunakan sistem random sampling itu meliputi berbagai etnis, gender, dan agama di tanah air. Adapun jumlah responden yang ikut dalam penelitian ini berjumlah 1220 orang.

“Dengan kata lain,” tambah Djayadi, “ISIS adalah musuh rakyat Indonesia, baik muslim maupun non muslim, apapun etnisnya, apapun pendidikannya, baik laki-laki maupun perempun, apapun kelas sosial ekonominya, dimanapun wilayah mereka tinggal”.

Namun demikian “sedikitnya” jumlah para pendukung ISIS ini dinilai perlu menjadi catatan serius.   Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi Paramadina (PUSAD Paramadina) Ihsan Ali Faun memandang jumlah yang sedikit bisa jadi amat berbahaya.

“Sangat sedikit, tapi juga sangat berbahaya. Bbrapa ahli malah bilang karena sangat sedikit, maka bisa sangat berbahaya,” jelas Ihsan dalam akun twitternya (@Ihsan_AF).

Pernyataan senada juga diungkapkan Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi. Penulis buku “Dilema PKS : Antara Suara dan Syariah” itu  menyatakan kekhawatirannya dengan komposisi 0,8 persen masyarakat di tanah air yang mendukung ISIS.

“o.8% dari populasi pemilih artinya sekitar 1,5 juta orang yang setuju “perjuangan” ISIS. itu bukan jumlah yang sedikit,” tulis pengamat politik ternama itu dalam akun twitternya (@BurhanMuhtadi), Jumat (22/1).

 [:]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close