HarianUncategorized

Mewujudkan Ardas Gereja Keuskupan Agung Jakarta

Dalam rangka mewujudkan visi-misi Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Jakarta, Paroki Santo Paskalis Cempaka Putih mengadakan berbagai kegiatan. Salah-satu poin pokok Ardas Keuskupan Jakarta kali ini adalah kesadaran akan hidup berbangsa di tengah identitas yang plural. Keuskupan Agung Jakarta menyadari bahwa umat katolik khususnya di wilayah Keuskupan Agung Jakarta perlu memberi sumbagsih dalam menjaga pluralitas bangsa.

Untuk itu, setiap umat baik secara pribadi maupun parokial diminta untuk terlibat dalam menjaga kondusifitas hidup berbangsa. Selain itu , akhir-akhir ini, kehidupan berbangsa ditandai oleh berbagapi perpecahan dan polaritas. Pluralitas dan kecenderungan perpecahan di tengah masyarakat itu semakin menuntut Gereja Keuskupan Agung Jakarta untuk mengatasi hal itu.

Maka dari itu, Gereja Keuskupan Agung Jakarta menghimbau setiap Paroki untuk mengadakan berbagai kegiatan yang pada dasarnya untuk memperkuat hubungan antara sesama sebagai satu bangsa. Sebagai tindakan lanjut atas ARDAS Keuskupan Agung Jakarta, Gereja Santo Paskalis Cempaka Putih pun tidak ketinggalan. Adapun berbagai kegiatan itu misalnya pengadaaan obat gratis bagi warga sekitar gereja tanpa memandang suku, agama, dan ras. Artinya pengobatan itu terbuka bagi siapa saja.

Selain itu, umat dalam berkelompok melakukan kunjungan ke pemukiman kumuh sebagai bentuk bela rasa pada sesama sebagai satu bangsa. Dan bulan mei pun dijadikan pekan khusus terutama sekaligus merayakan hari ulang tahun berdirinya Paroki Paskalis. Gereja Paroki Paskalis pun menyadari bahwa pentingnya juga relasi internal dalam Gereja itu sendiri.

Artinya, jika sebagai sesama anggota gereja mudah menyatu sama lain maka hal itu itu menjadi kekuatan untuk berelasi dengan umat di luar Gereja. Untuk mewujudkan hal ini, Gereja Paroki Paskalis mengadakan ngopi bareng di halaman parkiran gereja. Tujuannya hanya satu yaitu untuk memperkuat relasi internal. Setiap umat hadir dan berbincang-bincang satu sama lain sembari ngopi.

Akhirnya pada sabtu (26/5), sehari sebelum hari puncak ulang tahun Paroki, Gereja Paskalis mengadakan sebuah seminar dengan tema Sambung Rasa Anak Bangsa. Panitiapun mengundang berbagai narasumber. Hadir Romo Agustinus Ulahayanan sebagai keynote Speaker selaku Sekretaris Eksekutif Komisi Hak KWI. Dalam wejangannya, Romo Agustinus menekankan pentingnya budaya kekitaan. Suata budaya di mana identitas bukan lagi aku, kamu, dan mereka. Artinya, kita mesti merasa sebagai saudara setanah air. Wujudnya pun dapat dipraktekan melalui sikap toleransi, inkulsifitas, dan dialog.

Sementara Alissa Wahid (Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia) setidaknya menekankan dua hal. Pertama, pada dasarnya kelompok radikal tidak melekat pada agama tertentu. Agama Kristen bisa menjadi radikal ketika menjadi mayoritas. Demikianpun halnya dengan Hindu ataupun Budha. Maka dari itu, Allisa menekakan bahwa keragaman adalah keniscayaan. Namun konflik muncul ketika ada rasa curiga dan keadaaan semakin diperparah oleh kepentingan politik tertentu.

Selain itu hadir pula Abdul Mukti selaku Sekretaris PP Muhamadiyah menekankan lagi budaya kekitaan. Salah satu caranya adalah memperbanyak perjumpaan. Perjumapaan tidak tebatas hanya segolongan atau sekelompoknya saja. Dalam perjumpaan tidak boleh menuntut yang lain berbuat pada kita tetapi sebaliknya. Sebagai minoritas, kita mesti bersikap selayaknya seorang minoritas. Demikianpun sebagai mayoritas, kita mesti mengayomi yang minoritas bukan menguasai.

Narasumber terakhir, Romo Felix Suptanyo, SSCC selaku praktisi hubungan antaragama. Sebagai seorang Romo, dia telah melakukan banyak gebrakan dalam membangun relasi dengan agama lain. Misalnya, dia telah menjalin hubungan dengan para santri bahkan menjadi pengajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dia juga telah menjalin relasi mendalam dengan beberapa ustad di sekitar tempat tinggalnya.

Acara seminar inipun diakhiri dengan buka puasa bersama di mana para peserta seminar hadir sebagian umat muslim. Beberapa santripun turut memeriahkan acara ini dengan melantunkan nyanyian khas muslim. (MS)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close