Harian

Kerusuhan di Lampung, Uji Kebhinekaan

Sedikitnya 60 rumah hangus, 24 rumah rusak berat, 8 sepeda motor dan 4traktor hancur dirusak massa di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung Selasa (24/01/2012) kemarin. Kerusuhan ini terjadi akibat perseteruan antar pemuda yang kemudian meluas hingga menyeret persoalan SARA. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam penyerangan terhadap perkampungan yang dihuni mayoritas keturunan Bali ini.

Pembakaran itu dipicu setelah terjadi konflik warga yang telah terjadi sejak minggu (24/01/2012) sore. Ratusan warga terprovokasi setelah konflik beberapa pemuda yang diakibatkan perebutan lahan parkir dan hiburan orgen tunggal. Warga yang emosi kemudian melakukan penyerangan ke Desa Sidowaluyo dengan membawa berbagai jenis sejanata tajam.

Begitu tiba, ratusan masa ini langsung melakukan pembakaran. Kejadian dilokasi sangat mencekam. Aparat yang berada dilokasi kejadian tidak dapat membendung aksi masa yang membabi buta tersebut.

Seperti dilansir Suara Karya, Kadiv Humas Mabes Polri Saud Usman Nasution, menyatakan bentrokan itu dipicu oleh aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh sekelompok anak muda, Senin (23/01/2012) petang. Aksi kebut-kebutan yang berlanjut hingga Selasa pagi itu dan  memicu kemarahan masyarakat.

Kondisi semakin memanas saat ada seorang bapak bersama istrinya yang mengendarai sepeda motor dihadang sekelompok orang. Keduanya, lanjut Saud, ketakutan dan melarikan diri. “Mereka ini kemudian keserempet mobil, tapi tidak apa-apa. Setelah peristiwa pencegatan itu, muncul konsentrasi massa, sampai terjadi kerusuhan,” kata Saud. Untuk menetralisir keadaan, Polda Lampung menerjunkan 1.600 aparat dan menetepkan siaga satu dilokasi tersebut.

Lampung merupakan salah satu daerah di Indonesia yang penduduknya multikultur. Banyak warga dari berbagai wilayah Indonesia yang melakukan transmigrasi kesana. Tetapi, sangat disayangkan keadaan multikultur ini terkadang terprovokasi dan menyulut ketegangan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Seperti itu,  Agus, staff ICRP dari Lampung, menceritakan keadaan di daerahnya. [Mukhlisin]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close