Ilustrasi – Bocah suku Baduy Luar bermain di balik tumpukan kayu hasil penebangan, di aliran Sungai Ciujung, Kanekes, Lebak, Banten. Kelompok masyarakat yang mendiami sekitar 5.100 hektare kawasan tanah hak ulayat di Pegunungan Kendeng itu hingga kini masih tetap menjaga dan mematuhi warisan tradisi nenek-moyang mereka yang berlandaskan sistem kepercayaan kuno, Sunda Wiwitan. (ANTARA/Ismar Patrizki)

Ilustrasi - Bocah suku Baduy Luar bermain di balik tumpukan kayu hasil penebangan, di aliran Sungai Ciujung, Kanekes, Lebak, Banten. Kelompok masyarakat yang mendiami sekitar 5.100 hektare kawasan tanah hak ulayat di Pegunungan Kendeng itu hingga kini masih tetap menjaga dan mematuhi warisan tradisi nenek-moyang mereka yang berlandaskan sistem kepercayaan kuno, Sunda Wiwitan. (ANTARA/Ismar Patrizki)

Ilustrasi – Bocah suku Baduy Luar bermain di balik tumpukan kayu hasil penebangan, di aliran Sungai Ciujung, Kanekes, Lebak, Banten. Kelompok masyarakat yang mendiami sekitar 5.100 hektare kawasan tanah hak ulayat di Pegunungan Kendeng itu hingga kini masih tetap menjaga dan mematuhi warisan tradisi nenek-moyang mereka yang berlandaskan sistem kepercayaan kuno, Sunda Wiwitan. (ANTARA/Ismar Patrizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close