Harian

Djohan Effendi, Sosok Rendah Hati Pejuang Toleransi

Jakarta, ICRP – Djohan Effendi adalah nama yang tak asing di kalangan pemerhati dialog agama, bukan hanya di Indonesia melainkan juga di manca negara. Kegigihan dan ketekunannya merajut perdamaian melalui dialog di antara berbagai penganut agama dan kepercayaan membuat dirinya pantas disebut tokoh Pelintas Batas. Dialah yang membidani lahirnya sejumlah lembaga dialog agama, seperti Dian Interfidei (Yogyakarta), Masyarakat Dialog Antar-agama (MADIA), dan Indonesian Conference for Religions and Peace (ICRP).

 

Demikian kenang Musdah Mulia dalam acara Djohan Effendi Memorial Lecture yang dilaksanakan Rabu, 10 Januari 2017 di Gedung LIPI, Jakarta. Ketua Yayasan ICRP tersebut menegaskan Djohan Effendi adalah sosok yang sangat rendah hati, tidak banyak bicara, lebih suka mendengar. Dia bukanlah tokoh selebriti yang senang berada di depan, melainkan lebih suka menyembunyikan diri di belakang layar. Di sisi lain, beliau sangat terbuka, dan sangat perhatian serta dapat mudah akrab dengan siapa pun, khususnya dengan kalangan bawah.

 

”Djohan Effendi secara tegas menyimpulkan, pembangunan kehidupan beragama di Indonesia belum memiliki konsep yang jelas. Bagi Djohan, tanpa penjelasan konseptual tentang apa yang dimaksud dengan kata agama agaknya tidak kalah kemungkinannya membawa bangsa Indonesia ke arah pembangunan yang kabur. Hal itu terlihat dari misalnya kebijakan keliru pemerintah mengakui hanya 5 agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Akibatnya, menurut Djohan, menimbulkan masalah seperti peng-Hindu-an penganut agama Kaharingan, penganut agama terbesar kedua di Kalimantan Tengah. Demikian juga, sikap pemerintah yang membenarkan adanya agama diakui dan tidak diakui.” Tegas Musdah Mulia.

 

Kegiatan Djohan Effendi Memorial Lecture ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan untuk mengenang pemikiran dan kiprah Djohan Effendi. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dengan LIPI, Sinarmas, Garuda Food, JAI, Kirin, Matakin, Kelenteng Kong Miao, dan Inti. Beberapa tokoh turut hadir dan memberikan testimoni dalam acara ini.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Lewat ke baris perkakas