Berita JaringanHarian

[:id]Berharap Agama-Agama Bersatu Dalam Kemanusiaan [:]

[:id]Jakarta, ICRP – Walaupun setiap agama memiliki perbedaan dalam keyakinan ketuhanan, namun agama-agama harus bersatu dan bekerja sama dalam mendorong perdamaian dunia, demikian ungkap President Asian Conference for Religion for Peace (ACRP) Din Syamsuddin.

“Agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku, namun kita semua brothers and sisters. Agama-agama dapat bertemu dalam etika dan aksi kemanusiaan. Pada titik kemanusiaan ini kita bertemu dan bersatu untuk mendorong perdamaian dunia, “ ujarnya ketika memberikan sambutan pada seminar “Bring the Unity of Religions” di kantor  Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (3/9).

Dalam kegiatan tersebut, hadir pembicara tokoh-tokoh lintas agama seperti K.H. Muhyidin Junaidi (Ketua MUI), Uung Sendana L Linggaraja (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia – Matakin), Suprih Suhartono (Mejelis Luhur Kepercayaan  Indonesia – MLKI), Rusli Tan (Perwakilan Umat Buddha Indonesia – Walubi), dan Joseph Jeong (Protestan Korea Selatan).

Direktur Eksekutif CDCC Alpha Amirrachman menuturkan, dialog antar agama harus tetap dilaksanakan karena primordialisme dan persoalan nonagama dapat dengan mudah menyulut konflik bernuansa agama.  Sementara itu, Muhyidin Junaidi dari MUI menegaskan Islam adalah agama perdamaian, jika ada seorang muslim yang melakukan tindakan kekerasan maka dia bukanlah muslim yang sejati.

Acara yang diselenggarakan Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL) dari Korea Selatan dengan CDCC ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama agama-agama dalam bidang kemanusiaan, dan perdamaian. Ke depan kegiatan serupa akan lebih sering dilaksanakan antara CDCC dan HWPL.

 [:]

Tags
Show More

Related Articles

One Comment

  1. tren perkembanggan era moderen ini kayaknya mengharuskan adannya dilagog antar umat beragama seperti seperti yang dikatakan penulis diatas karena primordialisme dan persoalan nonagama dapat dengan mudah menyulut konflik bernuansa agama. ide-ide yang ingin disampaikan penulis kalau dilihat sekilas tampak bagus namun sayang kalau kita coba telisik lebih dalam ada maksud tersembunyi yaitu inggin coba menyampaikan konsep pluralisme.
    memang tidak salah dengan konsep yang dikatakan oleh prof din tentang konsep agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku, namun sanggat disayangkan tulisan diatas kayakkya tendensius sekali yang mana lebih menitikberatkan mencoba untuk menyampaikan konsep pluralisme, kalau dalam konsep agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku kata prof din diatas adalah pluralitas bukan pluralisme, kalau masalah pluralitas memang itu adalah fakta yang tidak bisa kita hindari memang banyak perbedaan. namun kalau pluralisme ya dalam islam ya tidak bisa diterima karan Allah sediri telah menyatakan ‘Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali Imran : 19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close