Berita JaringanHarian

[:id]Agnes Mo Meriahkan Peringatan Hari Perdamaian Dunia di Balaikota Jakarta[:]

[:id]Jakarta, ICRP – Setelah sukses pada tahun 2014 lalu, kini the Wahid Institute kembali merayakan peringatan Hari Perdamaian Internasional bersama penyanyi Agnes Mo dan ribuan masyarakat di Balai kota Jakarta, Minggu (20/9/2015). Turut hadir pula beberapa pejabat pemerintahan seperti Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli, Ketua DPD RI, Irman Gusman, dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Menurut Direktur the Wahid Institute Yenny Wahid, pesan perdamaian ini harus terus disuarakan dan harus berani menyuarakannya dengan cara-cara yang kreatif. “Musuh utama kita adalah rasa takut, apatisme, dan cuek. Padahal, ini adalah masalah kita semua,” kata penerima Young Global Leader dari World Economic Forum itu.

Acara ini dimeriahkan rangkaian aksi dan hiburan dari beragam komunitas. Dari peluncuran Spanduk besar #BeraniDamai, pertunjukan barongsai, atraksi tari Komunitas 5 Gunung, pembacaan Mimpi Anak Indonesia, pertunjukan musik Koto, lomba menggambar anak, flash mob dan Pentas Musik Damai Nusantara.

Puncak acara ditutup pembacaan deklarasi Indonesia #BeraniDamai yang dipimpin Yenny Wahid, Agnes Monica –beken dipanggil AGNeZ MO—dan perwakilan komunitas. Selain Agnes ada, sejumlah musisi yang bakal terlibat diantaranya Indra Prasta vokalis The Rain, Tic Band, Gusdurian Band, dan beberapa musisi lain.

Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap tanggal 21 September. Peringatan ini didedikasikan untuk memperkuat perdamaian dunia. Ditetapkan sejak 1981 lewat resolusi Dewan PBB 36/67 dan pertama kali dirayakan pada September 1982. Seluruh negara dan masyarakat dunia diharapkan memperingati hari ini sebagai satu hari tanpa peperangan dan tanpa kekerasan. Satu hari bagi Perdamaian, atau Peace One Day.[:]

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close