Diskusi Diaspora Indonesia di Wuppertal, Jerman: Siapkah Indonesia dengan Demokrasi?

Sebuah diskusi diadakan oleh UEM semacam PGI di Indonesia bertempat di kantor UEM di Wuppertal, Jerman tgl 23 Juni 2018. Hadir para diaspora Indonesia di Wuppertal dan kota sekitarnya.

Diskusi berfokus pada masalah keindonesiaan, isu-isu politik menjelang 2019 dan bagaimana kalangan masyarakat sipil harus tetap mengedepankan persatuan dan perdamaian untuk kejayaan NKRI.

Salah satu pertanyaan menggelitik dari peserta, seberapa siapkah bangsa Indonesia mempraktekkan demokrasi?

Pertanyaan kritis itu sangat penting mengingat sebagian orang Indonesia hanya memahami demokrasi sebatas keputusan politik mayoritas. Itulah sebabnya mengapa nilai indeks demokrasi Indonesia sejak 2009 belum bisa membaik atau meningkat ke level “baik”, hanya berkutat di level “sedang.”

Salah satu faktor yg mengemuka adalah karena demokrasi yg kita terapkan baru sebatas prosedural, belum menukik pada aspek substansial dimana nilai-nilai demokrasi (virtual values) diaplikasikan secara serius dlm kehidupan berbangsa dan bernegara. Di antara nilai-nilai dimaksud adalah nilai keadilan, kesetaraan, solidaritas dan kebersamaan sebagai bangsa yg satu.

Musdah Mulia yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi menegaskan bahwa nilai demokrasi sebetulnya sudah terangkum dengan baik dalam Pancasila dan Konstitusi 45.  Masalahnya, belum ada political will yang kuat dari negara untuk mengaplikasikan nilai-nilai moral tersebut dalam seluruh kebijakan publik sehingga tidak ada lagi ketimpangan sosial dan politik, tidak ada lagi diskriminasi, eksploitasi dan kekerasan terhadap warga negara utk alasan apa pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*