IDI dan Dompet Dhuafa berserta 10 NGO Kemanusiaan Mendeklarasikan “Forum Sinergi untuk Asmat”

Hari Selasa (15/05) kemarin sebuah gerakan diluncurkan di Sekretariat PB Ikatan Dokter Indonesia. Di tengah isu terorisme, melemahnya rupiah, dan berbagai isu lainnya, 12 organisasi berkumpul dan mendeklarasikan Forum Sinergi Untuk Asmat. Forum ini diharapkan bisa menjadi wadah lembaga-lembaga terkait untuk merumuskan cara terbaik untuk mencapai tujuan bersama yakni Asmat yang sehat dan mandiri.

Ketua Umum PB IDI – Prof. Dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG mengemukakan bahwa acara pada hari ini merupakan salah satu dari rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia 2018 yang akan diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Dimana salah satunya yang PB IDI lakukan adalah kegiatan-kegiatan kemanusiaan sebagai wujud pengabdian para dokter Indonesia  untuk beragam kasus kemanusiaan dan juga kesehatan terutama yang terjadi di Asmat saat ini. PB IDI menyadari bahwa terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, cerdas, produktif dan berdaya saing tinggi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun tanggungjawab semua pihak. “Untuk itu, sinergi program antara organisasi profesi, NGO, Pemerintah, dan dukungan dari masyarakat terkait permasalahan gizi buruk di Papua ini mempunyai peran yang sangat penting”, tambahnya.

Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk di Asmat yang menyebabkan meninggalnya 70 anak di penghujung tahun 2017, perlu ditangani secara tuntas dan diantisipasi agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Tragedi kemanusiaan yang terjadi di pelosok Papua ini menjadi alarm sekaligus pembelajaran bagi kita semua bahwa negara perlu hadir dalam pembangunan kesejahteraan di setiap wilayah NKRI. Pemerintah bertanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat terutama dalam hal akses dan infrastruktur, serta pemenuhan hak sosial dasar, seperti: gizi masyarakat, kesehatan, dan pendidikan.

Dr. Rosita Rivai, GM Kesehatan Dompet Dhuafa menambahkan dalam pernyataannya, “Tentu kita mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi bencana di Asmat. Namun jika kemudian ditinggalkan begitu saja, bukan tidak mungkin kejadian seperti ini akan terulang lagi. Untuk itu, kami berkomitmen tetap hadir dan melanjutkan program kesehatan dan pendukungnya di Asmat”.

“Bagi kami, manusia dan kemanusiaan adalah hal yang utama. Forum ini sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan kemanusiaan harus dilakukan tanpa memandang sekat agama, suku, ras dan antar golongan untuk  mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan damai”, pungkasnya.

Adapun 12 organisasi yang terlibat dalam forum ini adalah Ikatan Dokter Indonesia, Dompet Dhuafa, Wahana Visi Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah Dissaster Management Center, Rumah Zakat, The Humanitarian Forum, Lazis Wahdah, ACT, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia, dan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*