Siaran Pers Gerakan Warga Lawan Terorisme

Rangkaian aksi kejahatan teror yang terjadi di Rutan Mako Brimob Depok hingga bom bunuh diri di 3 gereja Surabaya, Rusunawa Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya Jawa Timur telah melampaui batas kemanusiaan. Sebanyak 31 orang yang terdiri dari anak-anak, warga dan juga aparat meninggal dunia. Apalagi, pelaku bahkan mengorbankan anak2nya sendiri dalam aksi teror itu. Lebih dari 10 orang luka-luka.

Kami, Gerakan Warga Lawan Terorisme yang terdiri dari tokoh lintas-iman, lintas-profesi (pekerja seni dan budaya, akademisi &pendidik, pekerja kemanusiaan, dll.) dan masyarakat adat mengutuk keras tindak kejahatan terorisme. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga.

Gerakan Warga Lawan Terorisme dengan ini menyatakan tekad bersama untuk melawan aksi terorisme yang telah menghanucurkan nilai kemanusiaan dan menyebarkan rasa ketakutan serta memecah belah bangsa, serta dalam jangka panjang dapat menghancurkan NKRI. Kami percaya bahwa persaudaraan anak bangsa akan terus menjadi lebih kokoh dalam menghadapi tantangan ini guna mempertahankan Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Gerakan  Warga Lawan Terorisme bertekad:

  1. Mendukung penuh sikap aparat penegak hukum dan pemerintah untuk segera menghentikan teror dan menindak tegas para pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi-aksi teror;
  2. Mendorong pemerintah untuk memastikan pemulihan yang efektif kepada para korban dan keluarganya;
  3. Mendesak pemerintah dan parlemen untuk segera mensahkan Revisi UU Anti Terorisme sebagai bagian dari sistem peradilan pidana (criminal justice system) yang didasarkan supermasi sipil dan sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia;
  4. Mendesak pemerintah untuk lebih proaktif dalam memulihkan dan memberikan rasa aman serta perlindungan terhadap segenap warga dari berbagai bentuk teror, dengan langkah-langkah berikut ini:
  5. Segera mengungkap dan memproses hukum jaringan dan otak di balik teror bom bunuh diri, dengan tetap menghormati HAM dan proses hukum yang adil;
  6. Memperkuat kerjasama seluruh institusi pemerintahan di tingkat daerah dan nasional, badan legislatif, dan institusi penegak hukum dalam memberantas radikalisme, ekstrimisme terorisme;
  7. Mengevaluasi dan mengoptimalkan program deradikalisasi bagi para militant yang kembali dari luar negri;
  8. Membangun mekanisme pencegahan dan peringatan dini yang lebih tanggap dan efektif dengan melibatkan jajaran aparatur pemerintahan sejak dari RT, dan RW Bhabinkamtibmas;
  9. Mengoptimalkan dukungan warga dengan membuka akses yang lebih luas dalam memberikan pengaduan kepada kepolisian tentang kegiatan-kegiatan yang dicurigai mengarah pada radikalisme, ekstremisme dan terorisme;
  10. Memberantas perkembangan paham intoleran dan radikalisme di jajaran aparatur negara dalam segenap institusi eksekutif, legislatif, yudikatif; Polri serta lembaga-lembaga negara lainnya;
  11. Menyegerakan reformasi pendidikan untuk mengatasi perkembangan paham intoleran dan radikal;
  12. Mewujudkan jaminan perlindungan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan;
  13. Meningkatkan dukungan pada inisiatif warga dalam menyemai pendidikan toleransi, HAM dan perdamaian;
  14. Senantiasa mengembangkan upaya utk menjembatani komunikasi lintas budaya, agama dan keyakinan.

Gerakan Warga Lawan Terorisme juga menyerukan kepada masyarakat luas untuk:

  1. Menjaga dan memperkuat bangunan persatuan dan harmoni serta mempererat ikatan antar-suku, agama atau kepercayaan, ras, dan antargolongan (SARA) agar tidak mudah diadu domba oleh teroris dan pihak manapun;
  1. Memperkuat kohesi sosial dengan merawat dan menghidupkan semangat Bhinneka Tunggal Ika;
  1. Terlibat aktif mengawasi lingkungannya dan bekerjasama dengan aparat untuk melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan;
  1. Tidak menyebarkan foto-foto ataupun informasi terkait terorisme yang tidak jelas sumbernya dan tanpa terlebih dahulu diverifikasi kebenarannya;
  1. Melindungi keluarga dari paham dan berbagai anasir yang terkait dengan gagasan, sikap maupun tindakan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme;
  1. Mengingatkan media untuk setia pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dengan tidak menampilkan gambar atau video yang mengandung unsur-unsur kekerasan dalam meliput terorisme;
  1. Meminta kepada pihak media, khususnya televisi untuk tidak mengundang dan menampilkan tokoh-tokoh agama, politis dan pihak manapun yang menyebarkan syiar kebencian, permusuhan, ekkstrimisme dan diskrikminasi.

Daftar Lembaga dan Komunitas pendukung:

  1. Wahid Foundation
  2. ICRP(Indonesian Conference on Religion and Peace)
  3. ANBTI(Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika)
  4. PGI(Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia)
  5. KWI(Konferensi Waligereja Indonesia)
  6. Ikatan Alumni STF Driyarkara
  7. Maarif Institute
  8. Yayasan Cahaya Guru
  9. Majelis Tao Indonesia (MTI)
  10. Komnas Perempuan
  11. Komnas HAM
  12. Gerakan Indonesia Beragam
  13. Relawan Peduli Korban Bom Surabaya (RPKBS)
  14. Kemitraan bagi Tata Pembaharuan Pemerintahan Yang Baik
  15. Perempuan Indonesia Antikorupsi
  16. Gerakan Narasi Damai Nusantara
  17. Majelis Budhayana Indonesia
  18. Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI)
  19. Sangha Agung Indonesia
  20. Parisadha Hindu Darma Indonesia
  21. PGLII (Persekutuan Gereja Gereja dan Lembaga Lembaga Injili di Indonesia)
  22. Kaf Kaf Foundation
  23. BhinneArt
  24. Saya Perempuan Antikorupsi
  25. Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)
  26. CISV Indonesia
  27. Jaringan Gusdurian Indonesia
  28. INFID
  29. MAFINDO
  30. AMAN Indonesia
  31. Lembaga Katolikana
  32. FMKI (Forum Masyarakat Katolik Indonesia)
  33. Sekretariat Nasional FMKI
  34. FORDAKHA (Forum Dialog Antar Agama untuk Kesejahteraan Holistik Anak)
  35. Institute of Community Justice, Makassar
  36. Dewi Keadilan Sulawesi Selatan
  37. Solo Bersimfoni
  38. LBH Makassar
  39. FIK ORNOP Sulawesi Selatan
  40. ELSAM
  41. KPI sulawesi selatan
  42. Lembaga Perkumpulan Lingkar Belajar untuk Perempuan Sulawesi Tengah.
  43. YASMIB Sulawesi
  44. CISDI
  45. Thamrin School of Climate Change and Sustainability
  46. Mari Berbagi
  47. Indika Foundation
  48. Perempuan Peduli Kebinekaan dan Keadilan
  49. LPA Nusa Tenggara Barat
  50. C-SAVE
  51. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)
  52. Yayasan Suar Asa Khatulistiwa, Kalimantan Barat
  53. Kaukus Pancasila
  54. Puan Amal Hayati
  55. Barisan Kader Gus Dur (Barkade Gusdur)
  56. WALHI

Tokoh masyarakat:

  1. Ibu Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
  2. Prof. Saparinah Sadli
  3. Prof. Musdah Mulia 4. Hendardi
  4. Prof. Azyumardi Azra
  5. Henny Supolo
  6. Yudi Latif
  7. Sandra Moniaga,
  8. Mariana Amiruddin
  9. Nia Dinata
  10. Jajang C Nur
  11. Hanung Bramantyo
  12. Hadad Alwi
  13. Saskia Mecca
  14. Olga Lydia
  15. Jenny Jusuf
  16. Angga Sasongko
  17. Dennis Adhiswara
  18. Haikal Kamil
  19. Sumbadra Hayuning
  20. Nong Darol Mahmada
  21. Ilma Sovri Yanti
  22. Tantowi Anwari
  23. Rifah Zainani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*