Gerakan Warga Lawan Terorisme Digaungkan berbagai Tokoh dan NGO

Tokoh dari berbagai kalangan berkumpul hari ini (Selasa, 15/05) di Sekretariat Wahid Foundation. Mereka menilai rangkaian aksi kejahatan teror yang terjadi di Rutan Mako Brimob Depok hingga bom bunuh diri di 3 gereja Surabaya, Rusunawa Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya Jawa Timur telah melampaui batas kemanusiaan. Sebanyak 31 orang yang terdiri dari anak-anak, warga dan juga aparat meninggal dunia. Apalagi, pelaku bahkan mengorbankan anak2nya sendiri dalam aksi teror itu. Tercatat lebih dari 10 orang luka-luka.

Gerakan Warga Lawan Terorisme yang terdiri dari tokoh lintas-iman, lintas-profesi (pekerja seni dan budaya, akademisi &pendidik, pekerja kemanusiaan, dll.) dan masyarakat adat mengutuk keras tindak kejahatan terorisme dan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga. Gerakan Warga Lawan Terorisme menyatakan tekad bersama untuk melawan aksi terorisme yang telah menghanucurkan nilai kemanusiaan dan menyebarkan rasa ketakutan serta memecah belah bangsa, serta dalam jangka panjang dapat menghancurkan NKRI.

“Terorisme adalah nyata dan itu merupakan kejahatan kemanusiaan paling keji. Ideologi mereka sangat biadab karena membuat korbannya kehilangan nurani dan nalar sehat sehingga rela mati konyol dan bahkan menggunakan anak-anak sebagai korban.” Kata Musdah Mulia yang juga menjadi penggagas gerakan ini.

“Kita warga bangsa harus berani melawan terorisme dimulai dari keluarga. Jangan biarkan sikap intoleran dalam bentuk apa pun. Mari bersatu melawan terorisme, namun tetap dengan cara2 damai. Kekerasan tdk pernah menyelesaikan masalah”, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*