Kerja Sama dengan PGI, KPK Titip Khotbah Antikorupsi di Gereja

Jakarta – KPK berencana membuat buku saku untuk jemaat gereja yang berisi wawasan pencegahan korupsi. KPK juga menitipkan kepada Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) agar menyelipkan khotbah antikorupsi.

“PGI datang untuk menyampaikan beberapa hal. Salah satu bentuk kerja samanya adalah pembuatan semacam buku saku panduan untuk jemaat gereja dan pekerja-pekerja di gereja,” tutur Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2017).

Pahala menyebutkan kerja sama ini sebagai upaya mencegah dan meminimalisasi mengalirnya dana hasil tindak pidana korupsi (TPK) ke gereja-gereja.

“Karena KPK merasa selama ini banyak kasus juga melibatkan, misalnya gereja menerima sumbangan dari hasil TPK,” sambungnya.

Buku saku umat tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para jemaat mengenai tindak pidana korupsi. Pahala juga menitipkan pesan pada PGI untuk selalu menyampaikan khotbah di gereja dengan menyelipkan tema antikorupsi.

“Misalnya jemaat yang PNS harus tidak boleh menerima gratifikasi atau suap. Atau jemaat yang pengusaha jangan menawarkan suap, plus khotbah di gereja kita harapkan ada tema-tema antikorupsi yang selama ini juga sudah dilakukan oleh PGI,” paparnya.

Ketua Umum PGI Henriette Hutabarat Lebang menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus-kasus korupsi yang terjadi di bangsa ini. Ia menuturkan bahwa persoalan ini adalah masalah bersama yang perlu terus dilawan.

“Ini semua menjadi tantangan bagi kita bagaimana kita sebagai masyarakat dan sebagai gereja berupaya keras untuk melawan korupsi. Salah satu tema yg sedang digalakkan adalah ‘Gereja Melawan Korupsi’,” ucap Henriette di lokasi yang sama.

Sekretaris Umum PGI Gomar Gultom kemudian menambahkan dalam diskusi bersama KPK tersebut juga melahirkan rencana untuk kembali mendefinisikan perilaku-perilaku yang tergolong dalam TPK. Menurut Gomar, saat ini TPK juga bisa terjadi di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

“Dalam diskusi tadi muncul wacana untuk memperluas cakupan korupsi. Karena perilaku ini hampir ada di semua lapisan masyarakat bangsa ini, sehingga perlu disentuh bersama,” pungkasnya.
(dhn/dhn)

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*