Keren, Ribuan Perempuan Palestina dan Israel Bersatu Serukan Perdamaian

ICRP, Ribuan perempuan dari Palestina dan Israel berbondong-bondong dalam longmarch di kota Jerikho, di Tepi Barat, 8 Oktober 2017. Mereka menuntut sebuah kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Acara ini digelar oleh Women Wage Peace. Ribuan perempuan dan aktivis bertemu di kota bersejarah di dekat laut Mati tersebut. Sebelumnya mereka telah melakukan perjalanan dengan bus dari kota-kota di Tepi Barat yang diduduki, dan juga dari kota-kota di Israel.

“Mereka mengatakan ini adalah konflik kuno, tapi nenek moyang kami menginginkan hal yang sama untuk anak-anak mereka, seperti yang kita lakukan: kemakmuran dan keamanan,” kata Women Wage Peace dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (8/10).

Women Wage Peace adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 2014, tidak lama setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran di Gaza, yang menewaskan lebih dari 2.000 warga Palestina. Organisasi ini mendesak adanya solusi politik untuk menyelesaikan konflik yang ada.

Ribuan Perempuan dari ‘Women Wage Peace’ mengambil bagian dalam pawai di dekat Sungai Yordan, di Tepi Barat pada tanggal 8 Oktober 2017. (Flash90/timesofisrael.com)

Kampanye ini dimulai pada 24 September lalu. Dengan melibatkan berbagai kalangan yang menjadi korban dampak kekerasan dalam konflik Israel-Palestina.

Huda Abuarquob, salah satu penyelenggara dan seorang warga  Palestina dari Hebron di Tepi Barat, mengatakan: “Pawai ini bukan hanya sebuah demonstrasi, tapi cara mengatakan bahwa kita menginginkan perdamaian, dan bersama-sama kita bisa mendapatkannya.” Seperti dilansir Times of Israel.

Perundingan damai terakhir, yang disponsori Amerika Serika (AS) runtuh pada tahun 2014 karena penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki, dan membebaskan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*