Wolrd Interfaith Harmony Week Indonesia
Wolrd Interfaith Harmony Week Indonesia

World Interfaith Harmony Week: Momen Membangun Toleransi dan Perdamaian Dunia

Jakarta, ICRP – Minggu awal dalam bulan Februari kini menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat lintas Iman di seluruh dunia. Minggu ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai momen World Interfaith Harmony Week (WIHW). Berbagai perayaan pun dilaksanakan di berbagai belahan dunia untuk menyuarakan nilai-nilai toleransi lintas iman.

Cendekiawan Muslim, Buddhy Munawar-Rahman menyatakan, World Interfaith Harmony Week pertama kali diusulkan oleh Raja Jordan, King Abdullah II. Berdasarkan pada nilai-nilai a Common word, sebuah kesepakatan di dunia muslim yang pada mulanya mencari titik temu antara muslim dan kristen. Kini titik temu tersebut meluas, titik temu semua agama.

“Titik temunya adalah cinta kepada tuhan dan kemanusiaan. World Interfaith Harmony Week menekankan pentingnya mencintai Tuhan dan mencintai tetangga (Love of the Good, and Love of the Neighbour ) dielaborasi dari Hadits Nabi (Muhammad) dan ucapan-ucapan Yesus” ungkap Buddhy saat memperingati World Interfaith Harmony Week, Sabtu (27/2/16) di Gurudwara Sikh Temple, Ciputat.

Buddhy melanjutkan, persoalan keberagamaan yang muncul perlu solusi dengan mengubah cara keberagamaan. Cara keberagamaan tersebut adalah dengan beragama yang damai dengan penuh cinta kasih.

“Agama cinta. Agama yang mendorong mencintai terhadap sesama. Kecenderungan menggunakan kekerasan perlu di respons dengan cinta kasih” tegas Buddhy.

Dalam kesempatan yang sama, Romo Johanes Hariyanto resah dengan intoleransi beragama yang merebak di berbagai kalangan. Bahkan tidak sedikit public figure dan pejabat yang mengeluarkan pernyataan hate speech.

“Belakangan kita mendengar seorang pejabat publik yang mengeluarkan statement melalui sosial medianya, bahwa penganut LGBT harus dibunuh” ungkap Romo Hari.

Ungkapan seperti ini, menurut Romo Hari, berbahaya serta menimbulkan intoleransi dan diskriminasi di masyarakat. Melalui momen kebersamaan ini, Romo Hari mengajak untuk bergandengan tangan memerangi intoleransi.

Acara pekan World Interfaith Harmony Week ini dilaksanakan di Gurudwara Sikh Temple, Ciputat. Diikuti oleh masyarakat lintas iman dari berbagai daerah di Jakarta. Acara ini dilaksanakan oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), the Asia Foundation, dan Gurudwara Sikh Temple Ciputat. Beberapa agamawan setempat pun terlihat hadir dan mengikuti dialog. Lepas dialog, kegiatan diakhiri dengan makan bersama dengan menu khas India.

One comment

  1. Kegiatan litas iman dan dalam rangka mencari titik temu dari setiap agama seperti ini sepertinya cukup baik laum diadakan apalagi dengan kondisi sekarang yang sanggat marak terjadi ntoleransi namun kenapa kegiatan ICRP ini hanya ada di negri ini saja dan kenapa tidak ke ngara-negara tingkat ASEAN saja apa lagi ini mengandng the Asia Fundation, bukankah disana terjadi apa yang nemanya intoleransi itu kenapa tidak melakukan kegiatan demikian disana saja kenapa harus disisni bukankah umat (khususnya ISLAM) di negri ini sudah terlalu toleran malah lihat saja di negri ini karena sking tlrannya malah umat islam jadi susah sendiri dengan aturan yang ada misal denagn adanya kesulitan kaum muslimin membuat masjid di Papua, bali, Dan Ntt,ini saja contoh kecilnya dan kenapa media diam padahal ini legal dan tidak menyalahi hukum, dna kalau berita demikian sanggat berbeda dengan ksus sebaliknya kalau ada gerja liar maka ini kan menjadi berita bombastis dan seolah ini kejahatan besar yang melibatkan umat islam inilah yang terjadi di negri ini dan tidak imbagnnya pemberitaan yang ada dan penuh tendensi kepada uamt islam, padahal uamt islam sudah sangagt toleran bahkan over toleran di negri ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*