Soal Trinitas, Siapa Yang Dikritik Quran?

JAKARTA, ICRP – Selama ini ada semacam kekeliruan pemahaman umat Islam terhadap konsep trinitas di kristen. Sebagaimana dipahami oleh hampir semua umat Islam trinitas dipersepsikan sebagai konsep yang tidak mengesakan Tuhan. Ada pun misalnya di dalam Al-Quran sendiri terdapat ayat-ayat yang secara implisit terkesan mengkritik konsep ketuhanan kristiani. Sebut saja misalnya ayat-ayat dalam surat Al-Ikhlas.  Persepsi demikian diduga menjadi dinding tebal yang memisahkan kedua agama samawi ini

Dalam diskusi bertajuk “ Polemik Ketuhanan Yesus Perspektif Islam dan Katolik” Ketua umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdalla mengungkapkan catatan-catatan yang cukup menarik dalam melihat kritik Al-Quran terhadap trinitas.  Meski demikian, dalam awal diskusi Ulil mengaku argument yang Ia sampaikan memang tidak lazim dipahami oleh khalayak muslim.

“Pembacaan saya ini tentu  pembacaan yang ada di luar kerangka pemahaman muslim. Saya tahu itu. Ya kalau saya menyampaikan hal yang lazim anda sudah tentu tidak mau datang kesini,” canda Ulil di ruang diskusi Sekretariat ICRP di Jalan Cempaka Putih Barat XXI no. 34.

Ulil terus terang mengatakan selama ini pemahaman orang Islam terhadap teologi Kristen terutama konsep ketuhanan sebagai konsep yang salah. “Bahkan dalam al-quran dikatakan itu secara sederhana dalam pemahaman di permukaan tanpa mencoba mendalaminya secara serius,  secara harafiah ayat-ayat (yang berkenaan dengan konsep trinitas) itu suatu judgment atau hukuman bahwa trinitas adalah konsep ketuhanan yang salah,” tutur Ulil.

Ulil meragukan pembacaan umat Islam terhadap Al-quran yang sederhana dalam memahami konsep trinitas di Kristen. Pasalnya, sebagaimana yang Ulil pahami, konsep trinitas tidaklah sebagaimana tudingan khalayak muslim. Karena itu, Ulil menduga ada “Kristen yang lain” yang jadi sasaran kritik oleh Al-Quran.

“Yang jadi bahan pertanyaan kita ketika Quran membahas kristologi adalah siapa yang menjadi interlocutor atau teman bicaranya nabi? Apakah nabi mengkritik pemahaman Kristen yang ada di sekitar Madinah atau mekkah?” tanya Ulil pada peserta.

Ulil meyakini ketika Quran mengkritik keyakinan suatu kelompok tertentu maka kelompok yang dikritik sudah pasti ada di Madinah atau Mekkah. Sayangnya, Ulil lebih lanjut menuturkan, tidak ada data historis yang cukup memadai untuk menjelaskan kelompok-kelompok Kristen dan yahudi di Madinah maupun di Mekkah secara detail.

“Harus diketahui bahwa komunitas Kristen dan yahudi di Madinah, terutama Kristen, merupakan kelompok-kelompok Kristen yang melarikan diri dari persekusi gereja Kristen romawi Timur. Mereka dianggap kelompok yang sesat,” ungkap Ulil.

Keyakinan Ulil ini didasari pada masih “panasnya” pengkonsepsian  doktrin Kristen di Romawi kala nabi hadir ke dalam panggung sejarah. “Kelompok-kelompok Kristen yang ada di Madinah, menurut dugaan para sarjana-sarjana yang meneliti hal ini, merupakan kelompok yang dianggap sesat oleh Byzantium. Mereka melakukan perlawanan yang keras terhadap Byzantium,” jelas Ulil.

Karena itu, Ulil menduga Al-Quran pada dasarnya tengah mengkritik kelompok-kelompok “sempalan” Kristen yang hidup di Mekkah dan Madinah bukan konsep trinitas Kristen yang lazim dipahami secara mainstream oleh umat Kristiani hingga kini.

Selain mengundang Ulil, ICRP juga mendaulat Romo Magnis. Namun sayangnya, guru besar filsafat STF Driyarkara itu berhalangan hadir dalam acara diskusi. Walhasil, didoronglah Romo Mateo secara mendadak untuk merespon lontaran Ulil yang tengah memaparkan kristologinya itu. Acara siang itu nampak cukup sedap terasa. Sejumlah pertanyaan menukik dari peserta mewarnai ruang diskusi. Tidak kurang pula apresiasi dari para peserta terhadap tema diskusi. Para peserta diskusi berharap diskusi ini bisa berlanjut untuk memperkaya khazanah intelektual Islam dan Katolik.

One comment

  1. Nyuwun sewu Bapak Ibu yang saya hormati, Trinitas yang disebut dalam Matius: 28:19-20 adalah sebuah konsep yang digunakan Tuhan YAHWEH untuk menyelamatkan umat manusia dari kematian karena dosa menuju pada kehidupan yang kekal oleh darah Tuhan Yesus (Markus 16:16) , Trinitas bukan konsep ketuhanan, sedangkan konsep ketuhanan adalah Tuhan yang bernama YAHWEH yang disembah oleh Abraham, Ishak, Yakub, . . . bangsa Israel adalah Tuhan yang Esa silahkan baca Kejadian: 1:2, Ulangan: 6:4, Maleakhi: 2:15, I Timotius: 1:17, I Korintus: 8:4, I Korintus: 8:6, Yohanes: 5:44, Markus: 12:29, Lebih jelas silakan download website di google ketik: kebenaran-trinitas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*