Aktivitas Kegiatan di Sanggar Sapto Darmo. Sumber: saptadarma.org
Aktivitas Kegiatan di Sanggar Sapto Darmo. Sumber: saptadarma.org

Hendak Renovasi Sanggar, Sapta Darma Rembang Diancam Diserang

Rembang, ICRP – Sekelompok orang mengatasnamakan Forum Umat Islam (FUI) Desa Plawangan mengancam akan menyerang Sanggar Candi Busono di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Sanggar tersebut adalah sanggar penganut Sapta Darma yang sedang dalam tahap renovasi.

“Saya ditekan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Forum Umat Islam (FUI) Desa Plawangan, supaya menghentikan renovasi pembangunan sanggar. Mereka menyodorkan surat pernyataan, tapi saya menolak karena saya sudah sesuai dengan undang-undang,” kata Ketua Persatuan Sapta Darma (Persada) Kabupaten Rembang Sutrisno, seperti dilansir suaramerdeka.com.

Awalnya, Rabu, (2/9) sekitar pukul 16.00-17.00 WIB, sekitar 30-40 orang yang mengatasnamakan FUI mengadakan musyawarah dengan pihak sanggar didampingi perwakilan Polsek Kragan, Koramil Kragan, KUA Kragan, Kepala Desa Plawangan lengkap beserta perangkatnya. Dalam forum tersebut, FUI secara keras meminta menghentikan renovasi pembangunan sanggar.

Diancam dibunuh

Ancaman yang diterima penganut Sapto Darmo Rembang tidak bisa dianggap remeh. Kelompok FUI bahkan sempat mengancam untuk menyerang dan membunuh umat Sapto Darmo setempat.

“Pihak pemerintah sejatinya sudah menjelaskan bahwa Sapta Darma dilindungi oleh undang-undang. Tapi forum umat Islam itu tidak menghiraukannya. Mereka itu pakainya “pokoke” (renovasi pembangunan sanggar dihentikan). Karena kami menolak menghentikan. akhirnya ada ancaman akan diserang dan bahkan saya mendengar sendiri ada yang ngancam akan membunuh,” tambahnya.

Provokator dari luar

Pembangunan sanggar Candi Busono sejatinya sudah sejak 2012-2013. Tahun 2012 pernah ada penolakan sehingga berpindah lokasi ke tempat sekarang. Pembangunan sanggar ini sudah dilakukan selama dua tahun sejak tahun 2013, dan sebelumnya pembangunan berjalan dengan aman. Sutrisno menduga ada provokasi dari luar dibalik kejadian tersebut.

“Warga sekitar Dukuh Blando selama ini rukun-rukun saja dengan kami. Yang menolak itu bukan dukuh kami, tapi dari beda pedukuhan,” paparnya.

Karena kejadian tersebut, Sutrisno berharap pemerintah dan aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap oknum yang melakukan provokasi. Untuk meredam kejadian tersebut, pihaknya juga akan menghentikan sementara pembangunan sanggar tersebut. Namun upaya koordinasi dengan pengurus pusat Sapto Darmo akan dilaksanakan karena pihaknya merasa di jalur yang benar dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

One comment

  1. agamo eslam kok mesti kekerasan yoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*