Salahkah Pembacaan Quran dengan Langgam Jawa?

Pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa dalam acara Isra Miraj di Istana Merdeka, Jumat (15/5) menjadi perbincangan menarik. Beberapa kecaman dilontarkan ke presiden Joko Widodo.  Tudingannya tidak lepas dari menghilangkan kesakralan kitab suci dsb.  Di sisi lain, tak sedikit pula pihak yang mendukung tilawah Quran dengan langgam jawa yang khas itu.

Namun, apakah benar tudingan bahwa pembacaan Quran dengan langgam jawa telah menihilkan kesakralan Al-Quran?

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal menyampaikan beberapa poin menarik di akun twitternya (@sahaL_AS) berkaitan dengan tilawah Quran. “Baca Quran harus TARTIL, kata Quran : bener tajwidnya dan tak mengubah makna. Langgamnya seperti apa, tak diatur Quran,” cuitnya pada Minggu, (17/5).

Jika ditelusuri perkara dalil, Sahal mengutarakan ahwa tidak ada kewajiban bahwa langgam  Arab harus jadi patokan sementara yang lain haram. Santri yang tengah studi S3 di negeri paman sam ini menjelaskan bahwa langgam pembacaan Quran adalah ranah budaya, bukan ibadah murni.

“Beda dengan wahabi, Islam Aswaja tak berangus budaya dan kearifan lokal. Justru dipake sebagai dasar pertimbangan hukum,” cuit Sahal yang menilai pihak anti langgam jawa terpengaruh gagasan wahabisme yang anti budaya.

Selain itu, Sahal melihat orang yang gemar menjadikan dirinya sebagai standar kebenaran dan melihat orang yang berbeda dari dirinya sebagai orang yang anti-Quran mirip dengan khawarij. “Cara berpikir yang jadikan dirinya sebagai standar kek gitu dulu dipraktekan Khawarij. Hasilnya gampang mengkafirkan dan membunuh si “kafir”,” kata Sahal.

Menantu Gus Mus, Ulil Abshar Abdalla, menyatakan pandangan yang senada dengan Sahal. Kala dihubungi via whatsapp senin (18/5) mengenai langgam jawa, Ulil mengatakan bahwa syarat dasar pembacaan Quran ialah tajwidnya benar. “Pembacaan Quran bisa mengikuti banyak langgam dan melodi, asal mengikuti syarat dasar yaitu tajwidnya benar,” kata Ulil.

Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) ini juga melihat begitu variannya langgam pembacaan Quran merupakan suatu khazanah tersendiri dalam kebudayaan Islam.  “Keragaman langgam dan melodi pembacaan Quran adalah bagian dari kekayaan Quran,” jelasnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*