NU & Muhammadiyah: Tegas Terhadap Ormas Anarkistis

Melihat penolakan terhadap ormas anarkistis diberbagai daerah, dua ormas terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah angkat bicara. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin menilai negara tidak pernah tegas terhadap ormas anarkistis. Sehingga yang timbul adalah penolakan masyarakat yang bermunculan diberbagai daerah.

“Negara tidak berdaya, tidak hadir, karena sudah kaku hatinya untuk bergerak dan bertindak,” kata Din di kantor Muhammadiyah, Jawa Timur, Minggu 19 Februari 2012, dalam tempo.co.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Prof DR KH Said Aqiel Siradj menyatakan dengan tegas bahwa organisasi kemayarakatan yang anti-pancasila dan tidak memiliki komitmen terhadap empat pilar bernegara harus dibubarkan. Bahkan pihaknya juga tengah mengusulkan hal tersebut kepada DPR yang tengah membahas Revisi UU Ormas.

“Saya sudah sampaikan usulan itu ke DPR yang saat ini membahas UU Ormas. Saya tidak menyebut nama organisasi, tapi organisasi apa saja yang melangkahi dasar-dasar negara harus dibubarkan,” katanya setelah menutup Kongres I Ikatan Sarjana NU (ISNU) di Unisda, Lamongan, Jatim, Minggu, seperti dilansir ANTARA.

Said Aqiel juga menilai Undang-Undang diperlukan untuk mengatur lebih lanjut Ormas sebagai kekuatan civil society, memperkuat pemberdayaan masyarakat, menjaga keutuhan NKRI. Khusus untuk Ormas Islam perlu ditambah dengan dua syarat utama yaitu menjalankan amanah keagamaan dan kebangsaaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*