Penetapan Hari Besar Keagamaan, Picu Bentrokan di Pelauw Maluku Tengah

Sedikitnya enam warga tewas, puluhan warga luka-luka, dan 500 rumah hangus terbakar akibat bentrokan warga di Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah  Sabtu (12/02/2012) kemarin. Bentrokan tersebut ditengarai persoalan penetapan hari besar keagamaan dan penolakan terhadap pemerintah negeri (desa) yang sah.

Selain korban tewas dan luka, sekitar 3000 warga harus mengungsi untuk mendapatkan perlindungan di tempat yang lebih aman.

Komandan pengamanan Kombes Putut Prayogi seperti dikutip Suara Pembaruan membeberkan kronologis kejadian. Sabtu (11/02/2012) dini hari, terjadi penghadangan terhadap pengendara sepeda motor. Kemudian terjadi pembacokan terhadap pengendara sepeda motor setelah terjadi perdebatan sengit.

“Perdebatan terjadi, hingga pembacokan terhadap pengendara tersebut, insiden itu, kemudian dia merembet.  Saling serang berlangsung hingga matahari terbit,  Polisi baru bisa mengendalikan situasi setelah kelompok warga bagian Belakang  desa Pelauw, memilih mundur dari bentrokan itu. Mereka kemudian mengungsi ke beberapa desa tetangga seperti, Kailolo, Ori, dan Rohomoni karena desa Pelauw dikuasai oleh kelompok warga bagian depan desa tersebut,” kata Putut dalam Suara Pembaruan.

Sekretaris desa Pelauw  Ali Latuconsina menjelaskan bahwa bentrokan terjadi karena penetapan hari besar keagamaan, dan adanya penolakan warga terhadap pemerintahan negeri (desa) yang sah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*