Undangan Diskusi Media “Kerja Layak bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT)”, Selasa, 14 Februari 2012 jam 14.00, di Komnas Perempuan

 

No : 05/KNAKTP-GKPM/II/2012 Jakarta,                                                                 10 Februari 2012

 

 

Hal : Undangan Diskusi Media ”Kerja Layak bagi PRT”

Kepada Yth.
Pemimpin Redaksi/Koordinator Liputan
Ditempat

Dengan Hormat,

Jumlah Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Indonesia adalah 10.744.887 orang (Hasil Rapid Assessment, JALA PRT, 2009), sedangkan pengguna jasa PRT sekitar 67% berasal dari rumah tangga kelas menengah ke atas dan menengah biasa. Kontribusi PRT terhadap keberlangsungan sektor publik tidak dapat diabaikan. Sebagai tenaga-tenaga tak terlihat (invisible powers), PRT menopang berlangsungnya kegiatan ekonomi, pelayanan publik, sosial, publik dan kebudayaan yang dilakukan di ruang publik. Tanpa para PRT, anggota keluarga dalam rumah tangga yang bergantung pada jasa PRT tidak dapat melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk bekerja dalam rangka mengaktualisasikan diri dan memenuhi kebutuhan sebagaimana mestinya. Ironisnya, pekerjaan PRT selama ini nyaris tidak diperhitungkan karena dianggap pekerjaan yang tidak menghasilkan barang atau jasa. Pekerjaan PRT dianggap tidak memerlukan keahlian khusus yang mengakibatkan tidak ada penghargaan dan perlindungan yang layak bagi PRT sehingga upahnya rendah, jam kerja tidak terbatas, cakupan pekerjaan tidak jelas, bahkan kerapkali mendapat kekerasan baik fisik, psikis, ekonomi bahkan seksual.

Setelah melalui perdebatan panjang sekitar 70 tahun, akhirnya pada sesi pemungutan suara dalam sidang ke 100 Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang berlangsung pada 16 Juni 2011 lalu, Konvensi 189 tentang Kerja Layak PRT yang mengakui PRT sebagai pekerja dan mengatur standar hak-hak PRT. Pada tingkat nasional, saat ini Rancangan Undang-Undang (Ruu) Perlindungan PRT masuk dalam program legislasi nasional 2012. Pengakuan dan jaminan atas hak-hak PRT dalam hukum nasional sangat penting dilakukan, tidak hanya dalam rangka kepentingan PRT namun juga memberikan jaminan bagi para pengguna jasa agar PRT dapat bekerja professional.


Dalam rangka peringatan hari PRT yang dirayakan setiap 14 Februari, Komnas Perempuan bermaksud mengadakan diskusi dengan para jurnalis dan pekerja media, untuk memperluas dukungan terhadap kerja layak bagi PRT dengan memperkenalkan Konvensi ILO 189 tentang Kerja Layak bagi PRT dan membahas urgensi perlindungan bagi PRT untuk dituangkan dalam Undang-Undang Perlindungan PRT. Bersama ini kami mengundang rekan-rekan jurnalis dan media sebagai peserta aktif dalam diskusi tersebut yang akan kami lakukan pada :



Hari/ tanggal          : Selasa, 14 Februari 2012

Pukul                     : 14.00 WIB s/d selesai
Tempat                   : Ruang Persahabatan Lt. 1 Komnas Perempuan, Jl. Latuharhary No. 4B, JKT
Narasumber :

  1. Oki Asokawati (Anggota Komisi IX DPR-RI)
  2. Kyai Maman (Pemuka Agama)
  3. Iva (Serikat PRT Surabaya)
  4. Sri Nurherwati (Komisioner Komnas Perempuan)

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terima kasih. Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi, hubungi: Site 081932787358


Jakarta, 10 Februari 2012

Agustinus Supriyanto
Komisioner, Ketua Gugus Kerja Pekerja Migran



Nunung Qomariyah
Asisten Bidang Redaksi Sub.Komisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan
Jl. Latuharhary 4B Menteng Jakarta Pusat, 10310
Tel.021 3903963/Fax. 021.3903922
Facebook: Komnas Perempuan – Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*