Massa Kembali Halangi Ibadah Jemaat GKI Yasmin

Minggu pagi (15/01/2012), ratusan massa kembali menghalangi jemaat GKI Yasmin yang ingin melaksanakan ibadah. Anggota DPR Eva Kusuma Sundari dan juga Lily Wahid yang datang mendimpingi ibadah jemaat GKI Yasmin juga mendapat perlakuan yang sama. Jemaat yang terdesak akhirnya meninggalkan lokasi.

Seperti dikutip Tempo, ratusan massa yang sedari jam 07.00 telah berkumpul di gerbang utama perumahan Taman Yasmin tersebut terdiri dari masyarakat kelurahan Curug Mekar, Bogor Barat, Forum Komunikasi Masyarakat Muslin Indonesia (Forkami), serta Gerakan Reformasi Islam (Garis). Seperti aksi-aksi sebelumnya, massa berusaha untuk menghalangi kebaktian jemaat GKI Yasmin yang sejak minggu pagi telah mulai berdatang di Jl KH Abdullah bin Nuh.

Massa juga melakukan Sweeping terhadap jemaat. Sweeping dilakukan menyusul dugaan jemaat dari luar Bogor yang ikut kebaktian pagi itu. Selain anggota jemaat, ikut menjadi bulan-bulanan massa Eva K Sundari anggota DPR RI fraksi PDI-P dan Lily Wahid anggota DPR RI Fraksi PKB. Keduanya yang mendampingi jemaat GKI Yasmin disambut teriakan dan usiran dari massa. Akhirnya keduanya menyingkir di salah satu rumah jemaat di Taman Yasmin, di tempat ini pula akhirnya jemaat melaksanakan ibadat.

Tidak sampai disitu, ketika jemaat mulai meninggalkan lokasi, massa yang tidak puas kemudian berusaha untuk mengejar jemaat. Beruntung aparat keamanan yang terdiri dari Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) dan Polres Kota Bogor berhasil meredam aksi massa. Meskipun sebelumnya sempat terjadi aksi saling dorong antara aparat dan massa.

Aksi-aksi serupa menyoal GKI Yasmin merupakan akibat dari pelarangan beribadah terhadap jemaat GKI Yasmin oleh Pemerintah Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor melalui Walikota Diani Budiarto secara sengaja melakukan penyegelan gereja dan mengabaikan putusan Mahkamah Agung pada tahun 2009 yang menolak permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Pemkot Bogor terkait pembekuan IMB GKI di Kompleks Perumahan Taman Yasmin di Bogor. Pelarangan ini telah memasuki tahun ketiga dan sampai sekarang belum menemukan solusi. Sehingga Jemaat tidak bisa lagi beribat dengan tenang seperti dahulu kala.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*