IJABI Imbau Warganya Menahan Diri

K17-11 Kegiatan di kompleks Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI) Tajul Muluk, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur berjalan seperti biasa meski ketuanya ditahan di Mapolres Sampang.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengurus Pusat Ikatan Jemaah Ahlul Bait Indonesia atau IJABI mengeluarkan pernyataan sikapnya terkait penyerangan pesantren Syiah di Sampang Madura, Jawa Timur, beberapa hari lalu. IJABI bertekad untuk memendam sedalam-dalamnya warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin dalam kuburan sejarah.

Kedua, menghidupkan hubungan antarsesama dalam suasana saling mengasihi, melindungi, menopang, dan membantu.

Sikap IJABI yang ketiga adalah melaksanakan komunikasi dialogis di antara sesama untuk saling memahami, menyayangi, dan tidak membenci, serta tidak saling menghakimi.

Keempat, menjalankan kerjasama di antara kaum muslim dan umat beragama lainnya untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Dan kelima, menjadikan masjid-masjid sebagai pusat ukhuwah Islamiah dan pusat peradaban Islam.

Dalam keterangan persnya, yang digelar di kantor Pengurus Pusat IJABI, Kemang, Jakarta Selatan, Ketua Dewan Syuro IJABI, Jalaluddin Rakhmat berterima kasih kepada semua pihak, yang menanggapi dan menangani kasus ini secara baik dan adil.

Dia juga memohon khusus kepada Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak hanya megimbau, tetapi juga bertindak riil ke jenjang organisasi yang paling bawah, serta mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tidak membuat pernyataan yang memancing dan tidak adil.

“Misalnya MUI Jatim yang menyatakan jika Syiah dan sebaiknya diisolasi. Ini tidak adil karena Syiah adalah mazhab syah di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Kang Jalal itu.

Kang Jalal juga mengajak semua pejuang negara untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. “Termasuk menjaga semua warga IJABI untuk menahan dan menjaga diri, bersama-sama menyelesaikan permasalahan melalui hukum yang berlaku,” ujarnya.

Seperti diberitakan, beberapa hari lalu sebuah pondok pesantren Syiah di Sampang, Madura, diserang oleh sekelompok massa. Buntut dari penyerangan itu sebanyak 351 jiwa yang terdiri dari 167 kepala keluarga dari kelompok Islam Syiah terpaksa harus mengungsi.

 

http://nasional.kompas.com/read/2011/12/31/15452713/IJABI.Imbau.Warganya.Menahan.Diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*