Menghidupkan Kembali Gus Dur: 2 Tahun Haul Gus Dur

2 tahun sudah Gus Dur tengah berpulang, tetapi Gus dur tidak meninggalkan kita. Ide-ide humanis dan perjuangan beliau masih tetap menemani kehidupan kita hingga kini. Gus Dur mempunyai jasa besar dengan menorehkan tinta emas sejarah perjalanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang luhur, santun, damai dan berbudaya.

Jum’at (30/12/2012) kemarin, ratusan orang berbondong-bondong mendatangi kediaman Gus Dur di bilangan Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan untuk memperingati 2 tahun meninggalnya cucu Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tersebut. Ratusan orang tersebut terdiri berbagai elemen dan kalangan masyarakat yang mengagumi pemikiran dan perjuangan-perjuangan Gus Dur. Mulai dari para ulama’, kiyai, intellektual, kolega-kolega, keluarga, mahasiswa serta masyarakat umum berbondong-bondong mendoakan mantan Presiden RI ke-4 ini.

Serangkaian acara telah dilaksanakan dengan hikmat dalam rangka memperingati 2 tahun hahul Gus Dur, mulai dari sema’an Al Qur’an dipagi sampai siang hari kemudian dilanjutkan dengan pentas reog ponorogo pada sore harinya. Kemudian menjelang malam hari, dilanjutkan dengan do’a lintas agama sebagai pembuka acara inti, dan disusul dengan testimoni dari para sahabat-sahabat Gus Dur dan tokoh-tokoh nasional.  Setelah itu, pembacaan surat yasin dan tahlil menjadi agenda selanjutnya dan ditutup dengan pergelaran Wayang “Tetangga Sebelah” dengan lakon “Kembalinya Jamus Kalimosodo”

Dari sekian banyak para tokoh yang memberikan testimoni, diantaranya adalah aktifis HAM Usman Hamid. Menegakkan ham kok repot, begitulah tema yang disampaikan Usman Hamid dalam kesempatan tersebut. “Gus dur adalah seorang ulama dan intellektual kritis yang menyuarakan kebebasan hak asasi manusia” tandas Usman Hamid. “Gus dur berbicara tentang hak asasi manusia sejak 1979 jauh sebelum saya dan teman-teman aktifis hak asasi manusia” lanjut mantan koordinator KONTRAS ini.

Selain Usman Hamid, hadir pula Yudi Latif untuk memberikan testimoni “kebesaran orang terlihat setelah orang tersebut meninggal seperti Gus Dur” tegas Yudi Latif. Lebih lanjut Yudi latif memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap Gus Dur yang telah memberikan sumbangan pemikiran tentang Islam dan universalisme, islam yang ramah dan damai. “Gus Dur juga mempunyai konsep pribumisasi islam, sehingga menemukan titik temunya antara Islam dengan Indonesia, Islam yang berkebudayaan.”

Rikard Bangun redaktur kompas juga memberikan testimoni dengan tema gus dur dan budaya unggul. Yang membicarakan tentang peran Gus Dur yang begitu besar terhadap budaya Indonesia yang menjadi lebih bermartabat. Tokoh lain yang sempat memberikan testimoni adalah Akbar Tandjung, bikhu Jayamedho, Abdl Muqsith Ghazali dan Mahfud MD.  Mereka semua sepakat bahwa kita bangsa indonesia membutuhkan pemimpin sekaligus pemikir seperti Gus Dur

“Apa yang telah kita dapat dari gus dur adalah warisan luhur yang harus kita hidupkan dan wariskan ke generasi masa depan” ungkap Alissa Wahid putri Gus Dur yang memberikan sambutan malam itu mewakili tuan rumah. “kami berterimakasih dan bersyukur atas do’a yang terus mengalir ke bapak kami (Gus Dur), semoga do’a-do’a itu menjadi kesaksian dihadapan Allad SWT” lanjut Alissa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*