Puisi untuk Siti Musdah Mulia

Puisi untuk Siti Musdah Mulia PDF Print E-mail
Lembaran Eden

Kudapati sekuntum bunga Seruni dari pantai Losari
Di ujungnya ada Anda di sana
Bunga Seruni-lah Anda itu bagiku
Karena aku tak sanggup membela diriku
yang ingin tampil sebagai sekuntum bunga matahari

Lunglai aku di penjara ini
Membiarkan setan iblis di sekelilingku bernyanyi menghinaku
Manusia dininabobokan raja iblis
Terpandang sampai ke Australia
Dikatakan kita ini bangsa berekor
Tapi kutahu itu penghinaan yang terbaru
Taklah yang terakhir dan yang paling memukul
Bangsa kita bahkan akan terhina sebagai bangsa yang terjajah setan
Manusia setan, kata mereka
Telah kau jumpai setan-setan yang bertahta dan setan premanisme

Aku di sini hanya sebagai bunga kering yang terpenjara
Mampuku hanya berdoa saja
Tapi kau, bak pelanduk betina yang penuh akal kebajikan
Cerdas di tengah belantara hukum rimba
Jadilah bunga Seruni yang membiaskan keadilan beragama
Jangan muncul sebagai pemimpin wanita muslim yang sengaja berpolitik
Keterangan-keteranganmu, alirkan niscaya hanya untuk keadilan beragama
Bab-bab yang kautuliskan, hanya berisi ayat-ayat suci perdamaian

Aduhai Musdah, tiba-tiba kau menjadi sahabat kami
Tentu, Anda adalah rahmat bagiku

Indah bunga Seruni di Losari
Tempat yang mungkin tak pernah kita datangi
Tapi kuumpamakan nama Losari menjadi istilah leluhur kita
Yang terpandang sebagai pelaut dan penganut Islam yang fanatik
Ada aku dan Anda di dalamnya,
di dunia yang semakin hingar bingar oleh kejahatan agama
Aku dan kau ditempa Tuhan agar menjadi bunga Seruni Islam
yang menyenangkan semua pihak

Bilakah aku atau Anda dibela?
Ialah bila malaikat telah sanggup membawa suku Bugis
tak lagi fanatik radikal karena mengandalkan kita berdua

Andai kau tahu bahwa kebugisan kita ini bukanlah sebuah kebetulan
Melainkan kelangkaan yang mengejutkan
Itulah takdir yang dibuat Tuhan
untuk menaklukkan kaum Bugis yang fanatik radikal

Kita tercipta untuk menjadi lorong sejuk
dalam suku Bugis yang mencari kedamaian agama

Anda dan aku adalah bunga Seruni
Yang terpenjara dan ingin bebas
Dari radikalisme dan kefanatikan
Yang bodoh dan menyusahkan

Musdah, Anda adalah saudariku

Rutan Pondok Bambu
4 April 2006

Image
Lia Eden

Sumber:

http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=322&Itemid=40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*