Langkah Gusdur Tentang Pluralisme Sangat Pas Bagi Indonesia

Kamis, 20 Januari 2011 | 03:26

JAKARTA, INDONESIA, Berita Agama – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Menyatakan bahwa Langkah almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang mengakui keberadaan aliran agama lain seperti agama Tao, Syikh, Bahai, Yahudi serta Konghucu selain lima agama yang diakui negara, sudah sangat tepat. Sesuai Dengan Konstitusi dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.

Demikian seperti diungkapkan ketuanya Siti Musdah Mulia, dalam dialog “Membangun Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia” di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (Kamis, 20/1).

`Langkah Gus Dur itu benar. Selain dijamin oleh konstitusi, juga tidak bertentangan dengan ajaran Islam sendiri, `kata Guru Besar UIN Jakarta ini.

Musdah menegaskan, dalam kerukunan antarumat beragama yang beranekaragam harus mengedepankan kebersamaan, bukan perbedaan. Namun sayang sekali, kata Musdah, perbedaan dimunculkan sejak kecil sehingga tertanan bibit perbedaan, kebencian, kemarahan dan permusuhan kepada orang lain. Ironisnya, kata Musdah, hal itu diperkuat oleh fatwa.

Padahal, lanjut Musdah, pluralisme tidak hanya sekedar berbeda, tapi harus saling menghormati, menghargai dan bekerjasama dalam membangun kebersamaan untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar.

`Untuk itu tidak benar kalau pluralisme diartikan sebagai penyatuan semua keyakinan agama,` kata Musdah Mulia

 

Sumber:

http://news.manycome.com/998.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*