Maraknya Intoleransi di Dunia Cyber.

Toleransi yang telah dibangun dan dijaga berabad-abad lamanya oleh nenek moyang kita saat ini tengah diuji. Kasus demi kasus pertikaian antar agama, tawuran antar kelompok massa, pertikaian masyarakat dengan pemerintah menjadi bukti bahwa toleransi kita tengah berada dititik nadzir.

Kasus-kasus intoleransi yang muncul dimasyarakatpun mempunyai bentuk dan pola beragam. Berdasarkan data dari Wahid Institute, yang paling dominan dalam praktik intoleransi pada tahun 2010 berbentuk pemaksaan dan pembatasan keyakinan sebanyak 39 kasus (26%). Dilanjutkan dengan penyerangan fisik dan properti sebanyak 32 kasus (21%), pembatasan rumah ibadah 23 kasus (15%), penyebaran kebencian kelompok tertentu 20 kasus (13%), diskriminasi atas dasar agama atau keyakinan 15 kasus (10%), ancaman kekerasan dan intimadasi 13 kasus (9%), dan pembatasan beribadah dan kebebasan berekspresi 9 kasus (6%).

Perkembangan teknologi yang begitu pesatpun sedikit banyak ikut menyumbang benih-benih intoleransi. Beberapa hari ini di jejaring sosial facebook dihebohkan dengan kemunculan seorang cewek cantik ber-akun Jasmine Always-Happy III. Cewek cantik berambut panjang ini menjadi heboh dengan tulisan-tulisan statusnya. Berbagai status pedas yang tidak pantas dihujamkan kesalah satu agama distatusnya. Berbagai komentarpun kembali bermunculan terhadap Jasmine. Mulailah disitu saling hujat-menghujat antara pendukung dan penolak jasmine.

Sampai berita ini diturunkan, telah terdapat 26.671 akun facebook yang menyukai page jasmine. Selain itu juga muncul puluhan ribu akun yang tergabung dalam komunitas-komunitas dan akun facebook yang menolak dan membenci akun Jasmine Always-Happy III.

Kasus Jasmine Always-Happy III  ini tentu kedepan akan menimbulkan kelompok pro dan kontra yang lebih banyak. Bahkan bisa saja akan menimbulkan perpecahan dan disharmonisasi dikalangan masyarakat. Seperti yang telah terjadi di dunia maya. Sampai saat ini belum ada tindakan apapun terkait hal ini. Apakah hal ini akan dibiyarkan menguap begitu saja?

 

One comment

  1. Really when someone doesn’t be aware of after that its up to other users that
    they will assist, so here it occurs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*