Sekolah agama ICRP (11 November 2011)

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang sangat kaya dalam arti sebenarnya. Negara ini kaya akan sumberdaya alam yang melimpah. Mulai dari berbagai jenis mineral yang terkandung dalam tanah maupun yang tersebar di permukaan, flora dan fauna yang memenuhi lautan dan daratan negeri, sampai pada udara kehidupan yang dihirup oleh warganya. Di dalam udara kehidupan itu, terkandung nilai-nilai kehidupan, kearifan yang terus dijaga dan dikembangkan dari dahulu kala hingga hari ini.

Nilai-nilai ini , yang telah melewati ujian panjang zaman, kemudian dilembagakan dalam bentuk kepercayaan – agama. Agama-agama ini tentu saja bermacam-macam dikarenakan pola kehidupan yang khas di suatu tempat akan berbeda dengan tempat lainnya. Di zaman Orde Baru dulu, agama-agama ini sering disebut dengan aliran kepercayaan, dan pengikutnya disebut penghayat atau penganut aliran kepercayaan. Di zaman sekarang, ada yang membahasakannya dengan agama lokal.

Anehnya, meski agama-agama ini telah ada jauh sebelum agama-agama modern (mis. Hindu, Budha, Katolik, Kristen, Islam, Konghucu) masuk ke Indonesia, mereka malah tidak mendapatkan pengakuan sebagai agama. Para pemeluk agama ini harus mau mengkonversikan agama dan keyakinan mereka ke dalam enam agama “resmi” yang diakui negara. Contohnya adalah pemeluk agama Tolotang di Sulawesi Selatan yang harus mengakui agama Hindu sebagai agama mereka.

Sejalan dengan contoh diatas, demikian pula dengan para pemeluk agama “tidak resmi” yang lain, seperi Sikh, Baha’I, atau Yahudi dan lain sebagainya. Kita juga melihat komunitas-komunitas lain yang banyak tersebar di seluruh nusantara mendapatkan perlakuan yang kurang lebih sama. Padahal komunitas lokal semacam ini sangat banyak jumlahnya dan telah menjadi salah satu sumber kekayaan budaya nusantara.

Berangkat dari kenyataan diatas, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) mengangkat tema “Pandangan terhadap Agama-agama yang Belum Diakui Negara; Dulu, Kini dan di Masa Depan” dalam kajian rutin Sekolah Agama yang akan dilaksanakan pada

Hari                    : Jum’at, 11 November 2011

Pemateri           : Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, M.A.

Tempat              : Kantor ICRP Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34, Jakarta Pusat.

Sampai bertemu di sekolah agama ICRP.

Contact Person: Boby

Phone : +6221-42802349/50
Fax : +6221-4227243
Mobile : +62812.3340.7798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*