PERNYATAAN SIKAP

ATAS AKSI SWEEPING SATPOL PP KOTA MOJOKERTO TERHADAP TEMPAT IBADAH ILLEGAL

Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur

Atas desakan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Mojokerto,sekitar pertengahan September 2010, pihak pemerintah kota Mojokerto secara massif melakukan penysirian terhadap sejumlah tempat yang disinyalir kuat digunakan untuk kegiataan kegerajaan secara rutin.

Dari sweeping yang dilakukan oleh Satpol PP, Bakesbanglinmas,dan aparat kepolisian didapai 5 tempat dengan 3 lokasi yang mendapat atensi khusus,yakni di Swalayan Saba,Rumah Makan Jimbaran,dan Pertokoan Niaga Square.

Atas kegiatan sweeping tersebut, kami, Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam aksi penyisiran (sweeping) terhadap segala bentuk pengejewantahan hak atas kebebasan beragama/Berkeyakinan. Dalih pemkot Mojokerto memberhentikan aktifitas kegerejaan di ketiga tempat dengan alasan pengalihfungsian bangunan dari toko/swalayan/rumah makan menjadi tempat Ibadah MERUPAKAN bukti dari ketidakmampuan pemkot untuk bersikap adil dalam memfasilitasi hak beribadat warganya. Pemkot Mojokerto seharusnya lebih sensitif dan cerdas bahwa persoalan ini tidak bisa didekati secara semena-mena dengan menggunakan Peraturan Bersma Menteri (PBM) No.8 dan No.9 Tahun 2006, namun lebih jauh, merupakan kewajiban pemerintah untuk melindungi hak individu dalam menjalankan aktifitas peribadatan.
PBM No.8 dan No.9 Tahun 2006 harus dimaknai dalam perspektif kearifan dan penjaminan atas terlaksananya hak setiap individu. Regulasi tersebut tidak malah justru digunakan sbagai perangkat argumentasi legal-normatif untuk merepresi keyakinan kelompok minoritas dan melanggengkan tirani mayoritas. Sweeping terhadap aktifitas keagamaan hanya akan memperburuk keadaan dan stabilitas, serta memicu terjadi konflik horizontal seperti yang terjadi di Ciketing Bekasi akhir-akhir ini.

2. Mendesak kepada walikota Mojokerto agar menghentikan upaya sweeping dan menghentikan praktek diskriminasi terhadap kelompok minoritas dengan bersembunyi di balik PBM No.8&9 Th. 2006 karena pada kenyataanya Walikota tidak pernah mengumumkan ke publik berapa jumlah tempat ibadah (musholla,masjid,pura,gereja,vihara,dll) yang telah mengantongi izin.

3. Meminta FKUB untuk bersikap lebih arif dalam menyikapi problem sensitif seperti ini dan tidak terjebak dalam logika kompetisi antaragama yang cenderung tidak toleran. Atas kejadian ini, JIAD menilai FKUB telah gagal melindungi dirinya sendiri dari serangan gerakan intoleransi serta radikalisasi agama.

4. Menyerukan kepada seluruh komponen lintas agama dan pemerintah agar terus melakukan dialog untuk menciptakan ruang kesetaraan dan penghormatan atas kemerdekaan dalam mengekspresikan hak berkeyakinan (forum eksternum).

Aan Anshori
Dewan Presidium
Jaringan Islam Anti Diskiriminasi/JIAD
Jawa Timur
http://jiadindonesia.org/

3 comments

  1. I received 1 st business loans when I was 25 and that helped my family very much. However, I need the commercial loan as well.

  2. It’s good that people can receive the credit loans moreover, it opens up completely new opportunities.

  3. Do you understand that this is the best time to get the loan, which can make you dreams real.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*